Hal yang tidak kamu ketahui tentang mongodb

time to read 3 min | 440 words

Iya, kamu. #apasih

MongoDB adalah salah satu database yang lagi ngetrend saat ini. MongoDB ini juga merupakan database yang paling popular di kelas NoSQL Database. Beberapa waktu lalu saya udah mencoba untuk menggunakan database ini dan cukup bagus, namun banyak orang yang masih belum tahu keterbatasan dari database yang satu ini sehingga mereka menganggap keterbatasan database ini sebagai bug. Saya nulis artikel ini agar kamu tahu keterbatasan yang dimiliki oleh MongoDB sehingga kalau kamu menggunakannya ga bikin kamu sakit kepala :D.

Rakus space

YA! Pertama kali saya menggunakan MongoDB, database yang satu ini sangat rakus space. Ini berhubungan dengan langkah MongoDB untuk menghindari fragmentasi disk pada database mereka dengan mengalokasikan file berukuran besar. Ketika kamu pertama kali membuat sebuah database di MongoDB, misal kita namakan Rezha.0, database ini akan langsung memakan memori sebesar 64 MB. Sadis kan? Kalau aplikasi yang kamu buat ga memakan database yang besar, ini jelas pemborosan. Ketika aplikasi kamu menggunakan lebih dari setengah space database di file Rezha.0, MongoDB akan langsung membuat file baru bernama Rezha.1 yang berukuran 2 kali lipat dari sebelumnya, yakni 128 MB. Begitu juga ketika Rezha.1 ini telah digunakan lebih dari setengahnya, akan dibuat lagi file Rezha.2 dengan ukuran 512 MB, dan seterusnya hingga file database baru yang dibentuk akan mencapai 2GB per filenya.

Kalau space adalah salah satu limitasi di proyek kamu, maka kamu harus memikirkan matang-matang sebelum menggunakan database ini. Ada salah satu produk komersial turunan MongoDB yang bernama TokuMX, yang menurut pengakuannya bisa mengurangi penggunaan space hingga 90%.

Limitasi 32 bit

Versi 32 bit dari MongoDB ini juga dapat dibilang kurang bagus karena memiliki limitasi lain, yaitu hanya mampu menghandle data sebesar 2GB. Sangat nanggung untuk mereka yang akan menggunakan MongoDB untuk skala besar. Solusinya ? Pakai 64 bit!

Biaya konsultasi mahal

Kalo kamu berniat untuk konsultasi dengan team MongoDB untuk mengatasi problem yg kamu miliki. Mereka mematok harga cukup mahal, yakni sebesar $ 450 per jamnya, dan kamu minimal harus membayar untuk 2 jam, jadi minimal sebesar $900 atau Rp 10.7 Juta harus kamu rogoh dari kocek kamu untuk sekali konsultasi.

Tools administrasi kurang

Kalo kamu udah terbiasa dengan phpmyadmin untuk MySQL, mungkin kamu bakal kecewa kalo menggunakan MongoDB, karena tools yang ada seperti RockMongo sangat kurang fitur. Mungkin masih bisa sedikit terobati dengan RoboMongo, namun silahkan coba sendiri untuk pastinya

Official limitations

Yang menyedihkan adalah ga banyak orang yang mencari tahu keterbatasan dari teknologi yang akan mereka adopsi. Staff MongoDB sudah membuat sebuah halaman tentang limitasi dari MongoDB ini. Yang saya bahas diatas gak ada di halaman itu tentunya :D. Semoga dengan artikel ini kamu tahu limitasi MongoDB dan ga kaget kalau kamu mau menggunakan database ini.